Jumat, 10 Juli 2015

[072] Al Jinn Ayat 008

««•»»
Surah Al Jin 8

وَأَنَّا لَمَسْنَا السَّمَاءَ فَوَجَدْنَاهَا مُلِئَتْ حَرَسًا شَدِيدًا وَشُهُبًا
««•»»
wa-annaa lamasnaa alssamaa-a fawajadnaahaa muli-at harasan syadiidan wasyuhubaan
««•»»
Dan sesungguhnya kami telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api,
««•»»
Indeed We made for the heaven and found it full of mighty sentries and flames.[1]
[1] Or ‘meteors.’
««•»»

Pada ayat ini Allah SWT menambah lagi pernyataan jin ketika Allah mengutus Rasul-Nya, menurunkan Alquran kepada beliau dan menjaga beliau dari jin-jin itu. Langit ketika itu dijaga dengan ketat serta disediakan panah-panah api di seluruh penjuru langit untuk mencegah jin-jin mendekati langit-langit itu dan dari mencuri berita-berita yang dapat didengar, sebagaimana yang sering dilakukan oleh jin-jin itu.

Telah diriwayatkan dari Ibnu `Abbas, ia berkata:
عن ابن عباس قال: كان الجن يصعدون إلى السماء يستمعون الوحي فإذا سمعوا الكلمة زاده تسعا. فأما الكلمة فتكون حقا. وأما ما زادوه فيكون باطلا. فلما بعث رسول الله صلى الله عليه وسلم منعوا مقاعدهم. فذكروا ذلك لإبليس ولم تكن النجوم يرمى بها قبل ذلك فقال لهم إبليس ما هذا إلا من أمر قد حدث في الأرض, فبعث جنوده فوجدوا رسول الله صلى الله عليه وسلم قائما يصلي بين جبلين أراه قال بمكة فلقوه فأخبروه فقال هذا الحدث الذي حدث في الأرض
Dari Ibnu Abbas R.A ia berkata: Dahulu jin-jin itu dapat naik ke langit untuk mendengar wahyu. Ketika mereka mendengar suatu kala lalu mereka tambah dengan sembilan kata lainnya Ucapan (yang mereka dengar) adalah benar tetapi tambahan-tambahan mereka semuanya bohong. Ketika Nabi SAW diutus menjadi Rasul, dilaranglah mereka menduduki tempat-tempat tersebut. Lalu mereka sampaikan larangan tersebut kepada Iblis; sedangkan ketika itu bintang-bintang belum dipakai untuk memanah jin-jin itu. Lalu Iblis berkata, kepada mereka; larangan itu disebabkan suatu kejadian di muka bumi, lalu Iblis mengirim tentara-tentaranya (untuk menyelidiki kejadian tersebut). Mereka menemui Nabi SAW yang sedang mengerjakan salat antara dua gunung di Mekah, lalu mereka menemui Iblis dan menyampaikan penemuan mereka itu kepadanya, lalu Iblis berkata, "inilah kejadian yang terjadi di permukaan bumi.
(H.R. Turmuzi)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

Jin mengatakan: ("Dan sesungguhnya kami telah mencoba menyentuh langit) maksudnya kami telah bermaksud untuk mencuri pendengaran di langit (maka kami menjumpainya penuh dengan penjaga) para malaikat (yang kuat dan panah-panah api) yakni bintang-bintang yang membakar; hal ini terjadi setelah Nabi saw. diutus menjadi rasul.
««•»»
The jinn say: And we made for the heaven, we desired to listen by stealth, but we found it filled with mighty guards, from among the angels, and meteors, scorching stars: this was at the time of the sending of the Prophet (s).
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 7][AYAT 9]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
8of28
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=72&tAyahNo=8&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#72:8

[072] Al Jinn Ayat 007

««•»»
Surah Al Jinn 7

وَأَنَّهُمْ ظَنُّوا كَمَا ظَنَنْتُمْ أَنْ لَنْ يَبْعَثَ اللَّهُ أَحَدًا
««•»»
wa-annahum zhannuu kamaa zhanantum an lan yab'atsa allaahu ahadaan
««•»»
Dan sesungguhnya mereka (jin) menyangka sebagaimana persangkaan kamu (orang-orang kafir Mekah), bahwa Allah sekali-kali tidak akan membangkitkan seorang (rasul)pun,
««•»»
They1 thought, just as you think, that Allah will not raise anyone from the dead.
««•»»

Dalam ayat ini Allah menambah lagi keterangan mengenai jin, bahwa mereka mengira sebagaimana perkiraan manusia, bahwa Allah tidak akan mengutus seorang Rasulpun kepada makhluk-Nya yang akan mengajak mereka kepada tauhid dan iman kepada Rasul dan hari kiamat.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan sesungguhnya mereka) yakni jin-jin itu (menyangka sebagaimana sangkaan kalian) hai manusia (bahwa) bentuk takhfif dari anna, asalnya annahu (Allah sekali-kali tidak akan membangkitkan seorang pun.") sesudah matinya.
««•»»
And they, namely, the jinn, thought just as you, O humans, thought, that (an: softened in place of the hardened form, that is to say, annahu) God would never raise anyone, after his death.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 6][AYAT 8]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
7of28
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=72&tAyahNo=7&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#72:7

[072] Al Jinn Ayat 006

««•»»
Surah Al Jinn 6

وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِنَ الْإِنْسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا
««•»»
wa-annahu kaana rijaalun mina al-insi ya'uudzuuna birijaalin mina aljinni fazaaduuhum rahaqaan
««•»»
Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan {1524} kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.
{1524} Ada di antara orang-orang Arab bila mereka melintasi tempat yang sunyi, Maka mereka minta perlindungan kepada jin yang mereka anggap Kuasa di tempat itu.
««•»»
Indeed some persons from the humans would seek the protection of some persons from the jinn, thus only adding to their rebellion.
««•»»

Dalam ayat ini Allah menyatakan pengakuan jin bahwa banyak manusia berlindung dari kemiskinan kepada laki-laki jin sehingga menyebabkan jin-jin itu bertambah ganas dan durhaka serta dapat dengan mudah menyeret orang-orang yang berlindung kepada mereka untuk berbuat kejahatan.

Maksudnya, ketika orang-orang itu berlindung kepada jin karena takut kepadanya dan tidak berlindung kepada Allah, jin menghinakan mereka; dengan segala keberanian dan meningkatkan penganiayaan terhadap mereka.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan) memohon perlindungan (kepada beberapa laki-laki di antara jin) di dalam perjalanan mereka sewaktu mereka beristirahat di tempat yang menyeramkan, lalu masing-masing orang mengatakan, aku berlindung kepada penunggu tempat ini dari gangguan penunggu lainnya yang jahat (maka jin-jin itu menambah bagi mereka) dengan permintaan perlindungannya kepada jin-jin itu (dosa dan kesalahan) karena mereka mengatakan, bahwa kami telah dilindungi oleh jin anu dan orang anu.
««•»»
And that certain individuals of mankind used to seek the protection of certain individuals of the jinn, when they stopped over in dangerous places during their journeys — whereat every man would say, ‘I seek the protection of the lord of this place against the evil of the insolent ones in it’ — so that they increased them, by their seeking their protection, in oppressiveness, such that they would say, ‘We are now lords of jinn and humans!’.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
klik ASBABUN NUZUL klik
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

Khara'ithi mengetengahkan pula hadis lainnya melalui Muqatil, sehubungan dengan ayat ini, yaitu firman-Nya, "Dan bahwasanya, jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang banyak."
(QS. Al Jinn [72]:16)

Muqatil menceritakan, bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan orang-orang kafir Quraisy, yaitu sewaktu mereka tidak mendapatkan hujan selama tujuh tahun.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 5][AYAT 7]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
6of28
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=72&tAyahNo=6&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#72:6

[072] Al Jinn Ayat 005

««•»»
Surah Al Jinn 5

وَأَنَّا ظَنَنَّا أَنْ لَنْ تَقُولَ الْإِنْسُ وَالْجِنُّ عَلَى اللَّهِ كَذِبًا
««•»»
wa-annaa zhanannaa an lan taquula al-insu waaljinnu 'alaa allaahi kadzibaan
««•»»
Dan sesungguhnya kami mengira, bahwa manusia dan jin sekali-kali tidak akan mengatakan perkataan yang dusta terhadap Allah.
««•»»
Indeed we thought that humans and jinn would never utter any falsehood concerning Allah.
««•»»

Dalam ayat ini Allah menyatakan perkiraan jin: bahwa mereka tidak akan ada yang berani berdusta terhadap Allah baik dari golongan jin maupun manusia sehingga ia berani mengatakan Allah beranak dan mempunyai teman wanita, lalu mereka percaya kepada ucapannya. Tetapi ketika mereka mendengar Alquran mereka sadar dan yakin bahwa ucapan itu dusta belaka. ini adalah suatu pengakuan dari mereka bahwa mereka terjerumus jatuh dalam kebodohan disebabkan taklid buta kepada nenek moyang mereka. Mereka baru sadar dan keluar dari kebodohan ketika mereka mendengar bukti-bukti Alquran.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan sesungguhnya kami mengira, bahwa) huruf an di sini adalah bentuk takhfif dari anna, yakni annahu (manusia dan jin sekali-kali tidak akan mengatakan perkataan yang dusta terhadap Allah) yakni menyifati-Nya dengan hal-hal tersebut hingga kami dapat buktikan kedustaan mereka dalam hal itu. Allah berfirman:
««•»»
And we thought that (an: softened, that is to say, annahu) humans and jinn would never utter a lie against God, by attributing such things to Him, until we discovered their mendacity thereby. God, exalted be He, says:
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 4][AYAT 6]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
5of28
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=72&tAyahNo=5&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#72:5

[072] Al Jinn Ayat 004

««•»»
Surah Al Jinn 4

وَأَنَّهُ كَانَ يَقُولُ سَفِيهُنَا عَلَى اللَّهِ شَطَطًا
««•»»
wa-annahu kaana yaquulu safiihunaa 'alaa allaahi syathathaan
««•»»
Dan bahwasanya: orang yang kurang akal daripada kami selalu mengatakan (perkataan) yang melampaui batas terhadap Allah {1523},
{1523} Dimaksud dengan Perkataan yang melampaui batas, ialah mengatakan bahwa Allah mempunyai isteri dan anak.
««•»»
Indeed the foolish ones among us used to utter atrocious lies concerning Allah.
««•»»

Dalam ayat ini Allah SWT mengungkapkan bahwa jin-jin yang jahil mengucapkan perkataan-perkataan yang jauh dari kebenaran, yaitu dengan mengatakan bahwa Allah itu mempunyai anak dan teman wanita.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan bahwasanya orang yang kurang akal daripada kami selalu mengatakan) maksudnya orang yang bodoh di antara kami (perkataan yang melampaui batas terhadap Allah) dusta yang berlebihan, yaitu dengan menyifati Allah punya istri dan anak.
««•»»
And that the fool among us, the ignorant one among us, used to utter atrocious lies against God, extreme calumny by attributing to Him a spouse and a son.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 3][AYAT 5]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
4of28
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=72&tAyahNo=4&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#72:4

[072] Al Jinn Ayat 003

««•»»
Surah Al Jinn 3

وَأَنَّهُ تَعَالَى جَدُّ رَبِّنَا مَا اتَّخَذَ صَاحِبَةً وَلَا وَلَدًا
««•»»
wa-annahu ta'aalaa jaddu rabbinaa maa ittakhadza shaahibatan walaa waladaan
««•»»
Dan bahwasanya Maha Tinggi kebesaran Tuhan kami, Dia tidak beristeri dan tidak (pula) beranak.
««•»»
Exalted be the majesty of our Lord, He has taken neither any spouse nor son.
««•»»

Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa sebagaimana mereka menghindarkan diri dari mempersekutukan Allah mereka menyucikan-Nya pula dari mempunyai istri atau anak Mempunyai teman wanita karena ada keperluan, karena dia dapat dijadikan istri,

sebagaimana Allah menyatakan dalam ayat lain:
ومن آياته أن خلق لكم من أنفسكم أزواجا لتسكنوا إليها
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya.
(QS. Al Ahqaf [46]:29)

Sedangkan dengan adanya anak manusia menjadi banyak dan terhibur, seterusnya untuk dapat membantunya di kala hari tua dan mengabadikan namanya untuk hari tua dan untuk menyebut-nyebut dan mengingat jasa orang tua maka Allah SWT Maha Suci dari ketentuan-ketentuan tersebut.

Maksudnya; maha tinggi kekuasaan dan kerajaan Tuhan kita yang tidak mungkin menjadi lemah sebagaimana lemahnya makhluk-Nya yang dapat diperkosa oleh hawa nafsu untuk mencari teman wanita dan menggaulinya dan memperoleh anak.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan bahwasanya) dhamir yang terdapat pada ayat ini adalah dhamir sya'n, demikian pula pada dua tempat lain sesudahnya (Maha Tinggi Kebesaran Rabb kami) Maha Suci kebesaran dan keagungan-Nya dari apa-apa yang dinisbatkan kepada-Nya (Dia tidak beristri) tidak mempunyai istri (dan tidak pula beranak.)
««•»»
And [we believe] that (annahu: the pronoun in this and in the next two instances is that of the matter) — exalted be the majesty of our Lord, transcendent is His majesty and magnificence above what is ascribed to Him — He has taken neither spouse nor son.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 2][AYAT 4]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
2of28
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=72&tAyahNo=3&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#72:2

[072] Al Jinn Ayat 002

««•»»
Surah Al Jinn 2

يَهْدِي إِلَى الرُّشْدِ فَآمَنَّا بِهِ وَلَنْ نُشْرِكَ بِرَبِّنَا أَحَدًا
««•»»
yahdii ilaa alrrusydi faaamannaa bihi walan nusyrika birabbinaa ahadaan
««•»»
(yang) memberi petunjuk kapada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seseorangpun dengan Tuhan kami,
««•»»
which guides to rectitude. Hence we have believed in it and we will never ascribe any partner to our Lord.
««•»»

Dalam ayat pertama dan ayat kedua ini Allah menyatakan bahwa jin berkata, "Sesungguhnya kami telah mendengar Alquran yang menakjubkan dan memberi petunjuk kepada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seorang pun dengan Tuhan kami. Maksudnya. mereka mengatakan yang demikian itu kepada kaum mereka ketika mereka menemuinya,

sebagaimana dalam ayat lain yang hampir sama artinya Allah berfirman:
فلما قضي ولوا إلى قومهم منذرين
Ketika pembacaan telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan.
(QS. Al Ahqaf [46]:29)

Bahwa kami sesungguhnya telah mendengar sebuah kitab yang sangat menakjubkan, memberi petunjuk kepada jalan yang benar dan lurus serta kami langsung percaya kepadanya. Oleh sebab itu kami tidak akan kembali lagi mempersekutukan Tuhan kami

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Yang memberi petunjuk kepada jalan yang benar) yaitu kepada keimanan dan kebenaran (lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan) sesudah hari ini (seorang pun dengan Rabb kami.)
««•»»
which guides to rectitude, to faith and propriety. Therefore we believe in it and we will never, after this day, associate anyone with our Lord.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 1][AYAT 3]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
2of28
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=72&tAyahNo=2&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#72:2

[072] Al Jinn Ayat 001

««•»»
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
««•»»
bismi allaahi alrrahmaani alrrahiimi
««•»»
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

««•»»
In the Name of Allah, the All-beneficent, the All-merciful.

««•»»

Surah Al Jinn 1

قُلْ أُوحِيَ إِلَيَّ أَنَّهُ اسْتَمَعَ نَفَرٌ مِنَ الْجِنِّ فَقَالُوا إِنَّا سَمِعْنَا قُرْآنًا عَجَبًا
««•»»
qul uuhiya ilayya annahu istama'a nafarun mina aljinni faqaaluu innaa sami'naa qur-aanan 'ajabaan
««•»»
Katakanlah (hai Muhammad): "Telah diwahyukan kepadamu bahwasanya: telah mendengarkan sekumpulan jin (akan Al Qur'an), lalu mereka berkata: Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Qur'an yang mena'jubkan,
««•»»
Say, ‘It has been revealed to me that a team of the jinn listened [to the Qurʾān].’ and they said, “Indeed we heard a wounderful qurʾān,
[1]
[1] Or ‘recital.’
««•»»

Dalam ayat ini Allah SWT memerintahkan Rasul-Nya untuk menyampaikan kepada para sahabat tentang kisah jin yang diwahyukan Allah kepada beliau karena mengandung beberapa faedah dan manfaat untuk mengetahuinya:

  1. Bahwa Nabi Muhammad SAW sebagaimana beliau diutus menjadi Rasul umat manusia begitu pula beliau diutus untuk jin.
  2. Bahwa jin mendengar pembicaraan manusia dan mengerti bahasanya. 
  3. Bahwa jin bertanggung jawab di hadapan Allah sebagaimana halnya manusia.
  4. Bahwa jin yang beriman memanggil kaumnya untuk beriman pula.
  5. Agar orang-orang Quraisy mengetahui bahwa jin bagaimanapun congkaknya, ketika mendengar Alquran mereka mengakui kemukjizatannya lalu mereka beriman kepadanya.
Menurut pengertian ayat ini, Nabi Muhammad SAW mengetahui bahwa jin mendengar bacaan beliau adalah dengan perantaraan wahyu bukan dengan menyaksikannya dengan mata beliau sendiri.

Dalam sahih Bukhari Muslim riwayat Ibnu `Abbas menyatakan:
وفي الصحيحين من حديث ابن عباس ما قرأ رسول الله صلى الله عليه وسلم على الجن ولا رأهم
"Nabi Muhammad SAW tidak pernah membaca Alquran untuk jin dan tidak pernah pula beliau melihatnya".
(H.R. Bukhari Muslim)

Hanya yang terjadi adalah bahwa Nabi Muhammad SAW bersama beberapa orang sahabat menuju "Ukaz" sedang di waktu itu jin-jin yang menuju ke langit telah dihambat oleh lontaran-lontaran bara api, lalu mereka berkata "Mestilah hambatan ini disebabkan oleh suatu peristiwa". Kemudian mereka mengembara ke timur dan ke barat, sehingga segolongan dari mereka tiba di Tihamah ketika Nabi Muhammad SAW sedang salat subuh bersama para sahabat di suatu tempat bernama "Nakhlah". Ketika mereka selesai mendengar bacaan Nabi SAW dalam salat subuh itu, mereka berkata, "Inilah yang menghambat kita mengarungi langit".

Lalu mereka balik menemui keluarga mereka masing-masing, menyatakan, "Wahai kaum kami sesungguhnya kami telah mendengarkan Alquran yang menakjubkan, yang memberi petunjuk kepada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seseorangpun dengan Tuhan kami", kemudian Allah menurunkan wahyunya, "Katakanlah hai Muhammad". Peristiwa ini terjadi tiga tahun sebelum hijrah". Kemudian Allah SWT dalam ayat ini dan ayat-ayat berikutnya menyatakan beberapa keadaan tentang jin.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Katakanlah) hai Muhammad! ("Telah diwahyukan kepadaku) maksudnya aku telah diberitahu oleh Allah melalui wahyu-Nya (bahwasanya) dhamir yang terdapat pada lafal annahu ini adalah dhamir sya'n (telah mendengarkan) bacaan Alquranku (sekumpulan jin.") yakni jin dari Nashibin; demikian itu terjadi sewaktu Nabi saw. sedang melakukan salat Subuh di lembah Nakhlah, yang terletak di tengah-tengah antara Mekah dan Thaif. Jin itulah yang disebutkan di dalam firman-Nya, "Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu." (Q.S. Al-Ahqaf 29) (lalu mereka berkata) kepada kaum mereka setelah mereka kembali kepada kaumnya: ("Sesungguhnya kami telah mendengarkan Alquran yang menakjubkan) artinya mereka takjub akan kefasihan bahasanya dan kepadatan makna-makna yang dikandungnya, serta hal-hal lainnya.
««•»»
Say, O Muhammad (s), to people: ‘It has been revealed to me, that is to say, I have been informed by way of revelation from God, exalted be He, that (annahu: the [suffixed] pronoun is that of the matter) a company of the jinn, the jinn of Nasībīn. This was at the time of the morning prayer at Batn Nakhla, a location between Mecca and Tā’if — these [jinn] being those mentioned in God’s saying, And when We sent a company of jinn your way…’ [Q. 46:29] — listened, to my recitation, then said, to their people upon returning to them: “We have indeed heard a marvellous Qur’ān, whose clarity, the richness of its meanings and other aspects one marvels at,

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

klik ASBABUN NUZUL klik
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

Imam Ibnu Munzir, Imam Ibnu Abu Hatim dan Abu Syekh di dalam kitabnya Al-'Azhamah mengetengahkan sebuah hadis melalui Kardam bin Saib Al-Anshari. Kardam bin Saib menceritakan,:

"Aku berangkat bersama dengan ayahku menuju ke Madinah untuk suatu keperluan. Hal ini terjadi sewaktu kami baru mendengar adanya Rasulullah saw. di kota Madinah. Di tengah jalan kami kemalaman, lalu kami terpaksa menginap di kemah seorang penggembala kambing. Ketika malam hari sampai pada pertengahannya, datanglah seekor serigala, lalu ia mencuri seekor kambing. Hal itu diketahui oleh si penggembala, lalu penggembala melompat seraya mengucapkan, "Hai penunggu lembah ini! Tolonglah tetanggamu ini."

Kemudian tiba-tiba terdengarlah ada suara yang tidak tampak orangnya, seraya mengatakan, "Hai Sarhan (penggembala)!" Tiba-tiba kambing yang dicuri serigala tadi dikembalikan kepadanya dalam keadaan terikat, lalu kambing bandot itu dikumpulkan bersama dengan kambing-kambing lainnya. Allah menurunkan ayat ini kepada Rasul-Nya di Mekah, yaitu firman-Nya, "Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin..."

(QS. Al Jinn [72]:6)

Ibnu Saad mengetengahkan sebuah hadis melalui Abu Raja' dari kalangan Bani Tamim yang menceritakan,

"Bahwa sesungguhnya aku menjadi penggembala kambing-kambing milik keluargaku dan aku menanggung beban pekerjaan mereka semuanya. Ketika Nabi saw. telah diutus, kami keluar dari kalangan keluarga kami melarikan diri. Sewaktu kami sampai di suatu padang, sebagaimana biasanya yang dilakukan oleh pemimpin-pemimpin kami, yaitu apabila kami kemalaman, maka pemimpin (syekh) kami mengatakan, "Sesungguhnya kami berlindung kepada penunggu lembah ini dari gangguan jin pada malam ini." Maka kami pun mengatakan hal yang serupa.

Lalu ada suara yang ditujukan kepada kami seraya mengatakan, "Sesungguhnya jalan keluar bagi laki-laki ini ialah mengucapkan kesaksian, yaitu bahwa tiada Tuhan selain Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah Rasulullah. Kesaksian itu siapa pun yang mengucapkannya, niscaya darah dan harta bendanya selamat." Lalu kami kembali, dan langsung masuk Islam. Abu Raja' mengatakan, sesungguhnya aku berpendapat bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan peristiwa yang dialami oleh aku dan teman-temanku, yaitu firman-Nya, "Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambahkan bagi mereka dosa dan kesalahan..."
(QS. Al Jinn [72]:6), dan seterusnya.

Kharaithi di dalam kitabnya yang berjudul Hawatiful Jan (bisikan-bisikan jin) mengetengahkan sebuah hadis yang teksnya berbunyi sebagai berikut,

"Telah bercerita kepada kami Abdullah bin Muhammad Al-Balawi, menceritakan kepada kami Ammarah bin Zaid; telah bercerita kepadaku Abdullah bin Ala'; telah bercerita kepada kami Muhammad bin Akbar. Semuanya menceritakan hadis ini melalui Sa'id bin Jubair, bahwasanya ada seorang lelaki dari kalangan Bani Tamim yang dikenal dengan nama Rafi' bin Umair, ia menceritakan tentang keadaannya sewaktu baru masuk Islam. Untuk itu ia menceritakan, sesungguhnya pada suatu hari aku sedang mengadakan perjalanan, dan sewaktu sampai di Ramal Alij telah malam, perasaan kantuk yang sangat menguasai diriku lalu segera aku turun dari unta kendaraanku, kemudian untaku itu kutambatkan dengan kuat.

Aku tidur, dan sebelum tidur terlebih dahulu aku meminta perlindungan; untuk itu aku mengatakan, 'Aku berlindung kepada penunggu lembah ini dari gangguan jin.' Di dalam tidurku aku bermimpi melihat seorang laki-laki yang membawa sebilah tombak kecil di tangannya, ia bermaksud untuk menusukkannya ke leher untaku. Aku terbangun karena terkejut, dan aku melihat ke kanan dan ke kiri, tetapi ternyata aku tidak melihat sesuatu pun yang mencurigakan. Aku berkata kepada diriku sendiri, ini adalah mimpi buruk. Kemudian aku kembali meneruskan tidurku, dan ternyata aku kembali melihat laki-laki itu berbuat hal yang sama, maka aku terbangun karena terkejut.

Aku lihat untaku gelisah dan sewaktu aku menengoknya ternyata ada seorang laki-laki muda seperti yang aku lihat di dalam mimpiku seraya membawa tombak kecil di tangannya, dan aku lihat pula ada seorang syekh (orang tua) yang sedang memegang tangan laki-laki itu seraya melarangnya supaya untaku itu jangan dibunuh. Ketika keduanya sedang saling bertengkar, tiba-tiba muncullah tiga ekor sapi jantan liar.

Lalu orang (jin) yang tua itu berkata kepada jin yang muda, 'Sekarang pergilah kamu, dan ambillah mana saja yang kamu sukai dari banteng-banteng liar itu, sebagai tebusan dan pengganti dari unta milik manusia yang aku lindungi ini.' Lalu jin muda itu mengambil seekor sapi jantan (banteng) liar dan langsung pergi dari situ, selanjutnya aku menoleh kepada jin tua itu, dan ia berkata kepadaku, 'Hai kamu! Apabila kamu beristirahat pada salah satu lembah, kamu merasa takut akan keseramannya, maka katakanlah, 'Aku berlindung kepada Rabb Muhammad dari keseraman lembah ini.' Jangan kamu meminta perlindungan kepada jin siapa pun, karena sesungguhnya hal itu adalah perkara yang batil.

Aku bertanya, 'Siapakah Muhammad itu?' Ia menjawab, 'Dia adalah nabi berkebangsaan Arab; dia bukan dari timur dan bukan pula dari barat, dan dia diutus pada hari Senin.' Aku bertanya lagi, 'Maka di manakah tempat tinggalnya?' Ia menjawab, 'Di kota Yatsrib yang banyak pohon kurmanya.'

Maka segera aku menaiki kendaraan untaku ketika waktu subuh telah lewat (matahari terbit) dan aku pacu untaku hingga masuk ke dalam kota Madinah. Sesampainya aku di Madinah Rasulullah saw. melihatku dan beliau langsung menceritakan tentang perihal diriku dan apa yang telah terjadi denganku sebelum aku menceritakan sepatah kata pun tentangnya.

Dia mengajak aku untuk masuk Islam, maka aku pun masuk Islam." Said bin Jubair mengatakan, "Kami telah memastikan, bahwa berkenaan dengan dialah Allah menurunkan firman berikut ini, 'Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.'"
(QS. Al Jinn [72]:6)
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 2]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
1of28
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=72&tAyahNo=1&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#72:1

[072] Al Jinn 2of2

2of2
28 Verses • revealed at Meccan.
««•»»
»The surah that opens with the revelation that a group of The Jinn listened to the Prophet reciting the Quran, believed in it, and so admonished their own race. It is names after the jinn-kind, whose account is given in its first part. The surah begins with the account of what a group of jinn said when they overheard a recitation of the Quran and realized its truth (verse 1 ff.). This is a lesson to the Meccan Arabs, who are also told that the Prophet can help them only by delivering the Message—God is the All Powerful One (verse 16 ff.). The disbelievers are threatened with what they will meet on the Day of Judgement (verse 23 ff).«

The surah is also known as: Jinn-kind, Sprites, The Jinn's, The Spirits.
««•»»
•[AYAT 001]•[AYAT 002]•[AYAT 003]•[AYAT 004]•[AYAT 005]•[AYAT 006]•[AYAT 007]•[AYAT 008]•[AYAT 009]•[AYAT 010]•[AYAT 011]•[AYAT 012]•[AYAT 013]•[AYAT 014]•[AYAT 015]•[AYAT 016]•[AYAT 017]•[AYAT 018]•[AYAT 019]•[AYAT 020]•[AYAT 021]•[AYAT 022]•[AYAT 023]•[AYAT 024]•[AYAT 025]•[AYAT 026]•[AYAT 027]•[AYAT 028]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
Sumber: Al-Quran (القرآن) — Online Quran Project — Translation and Tafsir
http://al-quran.info/#72


[072] Al Jinn 1of2

1of2
28 Ayat • diturunkan di Makkah.

««•»»
Surah Al-Jinn (Arab: الجنّ ,"Jin") adalah surah ke-72 dalam al-Qur'an. Surah ini tergolong surah Makkiyah dan terdiri atas 28 ayat. Dinamakan "al-Jinn" yang berarti "Jin" diambil dari kata "al-Jinn" yang terdapat pada ayat pertama surah ini. Pada ayat tersebut dan ayat-ayat berikutnya diterangkan bahwa Jin sebagai makhluk halus telah mendengar pembacaan al-Qur'an dan mereka mengikuti ajaran al-Qur'an tersebut.
««•»»

Pokok-pokok isi
  • Pengetahuan tentang jin diperoleh Nabi Muhammad dengan jalan wahyu
  • Pernyataan iman segolongan jin kepada Allah
  • Jin ada yang beriman namun ada pula yang kafir
  • Janji Allah kepada jin dan manusia untuk melimpahkan rezeki-Nya kalau mereka mengikuti jalan yang lurus
  • Janji perlindungan Allah terhadap Nabi Muhammad dan wahyu yang dibawanya.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
 [KEMBALI][AYAT-AYAT]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
Referensi
https://id.wikipedia.org/wiki/Surah_Al-Jinn
Mukaddimah terjemahan Al Qur'an versi Departemen Agama RI