««•»»بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
««•»»
bismi allaahi alrrahmaani alrrahiimi
««•»»
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
««•»»
In the Name of Allah, the All-beneficent, the All-merciful.
««•»»
Surah Al Jinn 1
قُلْ أُوحِيَ إِلَيَّ أَنَّهُ اسْتَمَعَ نَفَرٌ مِنَ الْجِنِّ فَقَالُوا إِنَّا سَمِعْنَا قُرْآنًا عَجَبًا
««•»»
qul uuhiya ilayya annahu istama'a nafarun mina aljinni faqaaluu innaa sami'naa qur-aanan 'ajabaan
««•»»
Katakanlah (hai Muhammad): "Telah diwahyukan kepadamu bahwasanya: telah mendengarkan sekumpulan jin (akan Al Qur'an), lalu mereka berkata: Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Qur'an yang mena'jubkan,
««•»»
Say, ‘It has been revealed to me that a team of the jinn listened [to the Qurʾān].’ and they said, “Indeed we heard a wounderful qurʾān,[1]
Dalam ayat ini Allah SWT memerintahkan Rasul-Nya untuk menyampaikan kepada para sahabat tentang kisah jin yang diwahyukan Allah kepada beliau karena mengandung beberapa faedah dan manfaat untuk mengetahuinya:
Dalam sahih Bukhari Muslim riwayat Ibnu `Abbas menyatakan:
وفي الصحيحين من حديث ابن عباس ما قرأ رسول الله صلى الله عليه وسلم على الجن ولا رأهم
"Nabi Muhammad SAW tidak pernah membaca Alquran untuk jin dan tidak pernah pula beliau melihatnya".
(H.R. Bukhari Muslim)
Hanya yang terjadi adalah bahwa Nabi Muhammad SAW bersama beberapa orang sahabat menuju "Ukaz" sedang di waktu itu jin-jin yang menuju ke langit telah dihambat oleh lontaran-lontaran bara api, lalu mereka berkata "Mestilah hambatan ini disebabkan oleh suatu peristiwa". Kemudian mereka mengembara ke timur dan ke barat, sehingga segolongan dari mereka tiba di Tihamah ketika Nabi Muhammad SAW sedang salat subuh bersama para sahabat di suatu tempat bernama "Nakhlah". Ketika mereka selesai mendengar bacaan Nabi SAW dalam salat subuh itu, mereka berkata, "Inilah yang menghambat kita mengarungi langit".
Lalu mereka balik menemui keluarga mereka masing-masing, menyatakan, "Wahai kaum kami sesungguhnya kami telah mendengarkan Alquran yang menakjubkan, yang memberi petunjuk kepada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seseorangpun dengan Tuhan kami", kemudian Allah menurunkan wahyunya, "Katakanlah hai Muhammad". Peristiwa ini terjadi tiga tahun sebelum hijrah". Kemudian Allah SWT dalam ayat ini dan ayat-ayat berikutnya menyatakan beberapa keadaan tentang jin.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
(Katakanlah) hai Muhammad! ("Telah diwahyukan kepadaku) maksudnya aku telah diberitahu oleh Allah melalui wahyu-Nya (bahwasanya) dhamir yang terdapat pada lafal annahu ini adalah dhamir sya'n (telah mendengarkan) bacaan Alquranku (sekumpulan jin.") yakni jin dari Nashibin; demikian itu terjadi sewaktu Nabi saw. sedang melakukan salat Subuh di lembah Nakhlah, yang terletak di tengah-tengah antara Mekah dan Thaif. Jin itulah yang disebutkan di dalam firman-Nya, "Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu." (Q.S. Al-Ahqaf 29) (lalu mereka berkata) kepada kaum mereka setelah mereka kembali kepada kaumnya: ("Sesungguhnya kami telah mendengarkan Alquran yang menakjubkan) artinya mereka takjub akan kefasihan bahasanya dan kepadatan makna-makna yang dikandungnya, serta hal-hal lainnya.
««•»»
Say, O Muhammad (s), to people: ‘It has been revealed to me, that is to say, I have been informed by way of revelation from God, exalted be He, that (annahu: the [suffixed] pronoun is that of the matter) a company of the jinn, the jinn of Nasībīn. This was at the time of the morning prayer at Batn Nakhla, a location between Mecca and Tā’if — these [jinn] being those mentioned in God’s saying, And when We sent a company of jinn your way…’ [Q. 46:29] — listened, to my recitation, then said, to their people upon returning to them: “We have indeed heard a marvellous Qur’ān, whose clarity, the richness of its meanings and other aspects one marvels at,
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
klik ASBABUN NUZUL klik
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
Imam Ibnu Munzir, Imam Ibnu Abu Hatim dan Abu Syekh di dalam kitabnya Al-'Azhamah mengetengahkan sebuah hadis melalui Kardam bin Saib Al-Anshari. Kardam bin Saib menceritakan,:
"Aku berangkat bersama dengan ayahku menuju ke Madinah untuk suatu keperluan. Hal ini terjadi sewaktu kami baru mendengar adanya Rasulullah saw. di kota Madinah. Di tengah jalan kami kemalaman, lalu kami terpaksa menginap di kemah seorang penggembala kambing. Ketika malam hari sampai pada pertengahannya, datanglah seekor serigala, lalu ia mencuri seekor kambing. Hal itu diketahui oleh si penggembala, lalu penggembala melompat seraya mengucapkan, "Hai penunggu lembah ini! Tolonglah tetanggamu ini."
Kemudian tiba-tiba terdengarlah ada suara yang tidak tampak orangnya, seraya mengatakan, "Hai Sarhan (penggembala)!" Tiba-tiba kambing yang dicuri serigala tadi dikembalikan kepadanya dalam keadaan terikat, lalu kambing bandot itu dikumpulkan bersama dengan kambing-kambing lainnya. Allah menurunkan ayat ini kepada Rasul-Nya di Mekah, yaitu firman-Nya, "Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin..."
(QS. Al Jinn [72]:6)
Ibnu Saad mengetengahkan sebuah hadis melalui Abu Raja' dari kalangan Bani Tamim yang menceritakan,
"Bahwa sesungguhnya aku menjadi penggembala kambing-kambing milik keluargaku dan aku menanggung beban pekerjaan mereka semuanya. Ketika Nabi saw. telah diutus, kami keluar dari kalangan keluarga kami melarikan diri. Sewaktu kami sampai di suatu padang, sebagaimana biasanya yang dilakukan oleh pemimpin-pemimpin kami, yaitu apabila kami kemalaman, maka pemimpin (syekh) kami mengatakan, "Sesungguhnya kami berlindung kepada penunggu lembah ini dari gangguan jin pada malam ini." Maka kami pun mengatakan hal yang serupa.
Lalu ada suara yang ditujukan kepada kami seraya mengatakan, "Sesungguhnya jalan keluar bagi laki-laki ini ialah mengucapkan kesaksian, yaitu bahwa tiada Tuhan selain Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah Rasulullah. Kesaksian itu siapa pun yang mengucapkannya, niscaya darah dan harta bendanya selamat." Lalu kami kembali, dan langsung masuk Islam. Abu Raja' mengatakan, sesungguhnya aku berpendapat bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan peristiwa yang dialami oleh aku dan teman-temanku, yaitu firman-Nya, "Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambahkan bagi mereka dosa dan kesalahan..."(QS. Al Jinn [72]:6), dan seterusnya.
Kharaithi di dalam kitabnya yang berjudul Hawatiful Jan (bisikan-bisikan jin) mengetengahkan sebuah hadis yang teksnya berbunyi sebagai berikut,
"Telah bercerita kepada kami Abdullah bin Muhammad Al-Balawi, menceritakan kepada kami Ammarah bin Zaid; telah bercerita kepadaku Abdullah bin Ala'; telah bercerita kepada kami Muhammad bin Akbar. Semuanya menceritakan hadis ini melalui Sa'id bin Jubair, bahwasanya ada seorang lelaki dari kalangan Bani Tamim yang dikenal dengan nama Rafi' bin Umair, ia menceritakan tentang keadaannya sewaktu baru masuk Islam. Untuk itu ia menceritakan, sesungguhnya pada suatu hari aku sedang mengadakan perjalanan, dan sewaktu sampai di Ramal Alij telah malam, perasaan kantuk yang sangat menguasai diriku lalu segera aku turun dari unta kendaraanku, kemudian untaku itu kutambatkan dengan kuat.
Aku tidur, dan sebelum tidur terlebih dahulu aku meminta perlindungan; untuk itu aku mengatakan, 'Aku berlindung kepada penunggu lembah ini dari gangguan jin.' Di dalam tidurku aku bermimpi melihat seorang laki-laki yang membawa sebilah tombak kecil di tangannya, ia bermaksud untuk menusukkannya ke leher untaku. Aku terbangun karena terkejut, dan aku melihat ke kanan dan ke kiri, tetapi ternyata aku tidak melihat sesuatu pun yang mencurigakan. Aku berkata kepada diriku sendiri, ini adalah mimpi buruk. Kemudian aku kembali meneruskan tidurku, dan ternyata aku kembali melihat laki-laki itu berbuat hal yang sama, maka aku terbangun karena terkejut.
Aku lihat untaku gelisah dan sewaktu aku menengoknya ternyata ada seorang laki-laki muda seperti yang aku lihat di dalam mimpiku seraya membawa tombak kecil di tangannya, dan aku lihat pula ada seorang syekh (orang tua) yang sedang memegang tangan laki-laki itu seraya melarangnya supaya untaku itu jangan dibunuh. Ketika keduanya sedang saling bertengkar, tiba-tiba muncullah tiga ekor sapi jantan liar.
Lalu orang (jin) yang tua itu berkata kepada jin yang muda, 'Sekarang pergilah kamu, dan ambillah mana saja yang kamu sukai dari banteng-banteng liar itu, sebagai tebusan dan pengganti dari unta milik manusia yang aku lindungi ini.' Lalu jin muda itu mengambil seekor sapi jantan (banteng) liar dan langsung pergi dari situ, selanjutnya aku menoleh kepada jin tua itu, dan ia berkata kepadaku, 'Hai kamu! Apabila kamu beristirahat pada salah satu lembah, kamu merasa takut akan keseramannya, maka katakanlah, 'Aku berlindung kepada Rabb Muhammad dari keseraman lembah ini.' Jangan kamu meminta perlindungan kepada jin siapa pun, karena sesungguhnya hal itu adalah perkara yang batil.
Aku bertanya, 'Siapakah Muhammad itu?' Ia menjawab, 'Dia adalah nabi berkebangsaan Arab; dia bukan dari timur dan bukan pula dari barat, dan dia diutus pada hari Senin.' Aku bertanya lagi, 'Maka di manakah tempat tinggalnya?' Ia menjawab, 'Di kota Yatsrib yang banyak pohon kurmanya.'
Maka segera aku menaiki kendaraan untaku ketika waktu subuh telah lewat (matahari terbit) dan aku pacu untaku hingga masuk ke dalam kota Madinah. Sesampainya aku di Madinah Rasulullah saw. melihatku dan beliau langsung menceritakan tentang perihal diriku dan apa yang telah terjadi denganku sebelum aku menceritakan sepatah kata pun tentangnya.
Dia mengajak aku untuk masuk Islam, maka aku pun masuk Islam." Said bin Jubair mengatakan, "Kami telah memastikan, bahwa berkenaan dengan dialah Allah menurunkan firman berikut ini, 'Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.'"
(QS. Al Jinn [72]:6)
قُلْ أُوحِيَ إِلَيَّ أَنَّهُ اسْتَمَعَ نَفَرٌ مِنَ الْجِنِّ فَقَالُوا إِنَّا سَمِعْنَا قُرْآنًا عَجَبًا
««•»»
qul uuhiya ilayya annahu istama'a nafarun mina aljinni faqaaluu innaa sami'naa qur-aanan 'ajabaan
««•»»
Katakanlah (hai Muhammad): "Telah diwahyukan kepadamu bahwasanya: telah mendengarkan sekumpulan jin (akan Al Qur'an), lalu mereka berkata: Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Qur'an yang mena'jubkan,
««•»»
Say, ‘It has been revealed to me that a team of the jinn listened [to the Qurʾān].’ and they said, “Indeed we heard a wounderful qurʾān,[1]
[1] Or ‘recital.’
««•»»Dalam ayat ini Allah SWT memerintahkan Rasul-Nya untuk menyampaikan kepada para sahabat tentang kisah jin yang diwahyukan Allah kepada beliau karena mengandung beberapa faedah dan manfaat untuk mengetahuinya:
- Bahwa Nabi Muhammad SAW sebagaimana beliau diutus menjadi Rasul umat manusia begitu pula beliau diutus untuk jin.
- Bahwa jin mendengar pembicaraan manusia dan mengerti bahasanya.
- Bahwa jin bertanggung jawab di hadapan Allah sebagaimana halnya manusia.
- Bahwa jin yang beriman memanggil kaumnya untuk beriman pula.
- Agar orang-orang Quraisy mengetahui bahwa jin bagaimanapun congkaknya, ketika mendengar Alquran mereka mengakui kemukjizatannya lalu mereka beriman kepadanya.
Dalam sahih Bukhari Muslim riwayat Ibnu `Abbas menyatakan:
وفي الصحيحين من حديث ابن عباس ما قرأ رسول الله صلى الله عليه وسلم على الجن ولا رأهم
"Nabi Muhammad SAW tidak pernah membaca Alquran untuk jin dan tidak pernah pula beliau melihatnya".
(H.R. Bukhari Muslim)
Hanya yang terjadi adalah bahwa Nabi Muhammad SAW bersama beberapa orang sahabat menuju "Ukaz" sedang di waktu itu jin-jin yang menuju ke langit telah dihambat oleh lontaran-lontaran bara api, lalu mereka berkata "Mestilah hambatan ini disebabkan oleh suatu peristiwa". Kemudian mereka mengembara ke timur dan ke barat, sehingga segolongan dari mereka tiba di Tihamah ketika Nabi Muhammad SAW sedang salat subuh bersama para sahabat di suatu tempat bernama "Nakhlah". Ketika mereka selesai mendengar bacaan Nabi SAW dalam salat subuh itu, mereka berkata, "Inilah yang menghambat kita mengarungi langit".
Lalu mereka balik menemui keluarga mereka masing-masing, menyatakan, "Wahai kaum kami sesungguhnya kami telah mendengarkan Alquran yang menakjubkan, yang memberi petunjuk kepada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seseorangpun dengan Tuhan kami", kemudian Allah menurunkan wahyunya, "Katakanlah hai Muhammad". Peristiwa ini terjadi tiga tahun sebelum hijrah". Kemudian Allah SWT dalam ayat ini dan ayat-ayat berikutnya menyatakan beberapa keadaan tentang jin.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
(Katakanlah) hai Muhammad! ("Telah diwahyukan kepadaku) maksudnya aku telah diberitahu oleh Allah melalui wahyu-Nya (bahwasanya) dhamir yang terdapat pada lafal annahu ini adalah dhamir sya'n (telah mendengarkan) bacaan Alquranku (sekumpulan jin.") yakni jin dari Nashibin; demikian itu terjadi sewaktu Nabi saw. sedang melakukan salat Subuh di lembah Nakhlah, yang terletak di tengah-tengah antara Mekah dan Thaif. Jin itulah yang disebutkan di dalam firman-Nya, "Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu." (Q.S. Al-Ahqaf 29) (lalu mereka berkata) kepada kaum mereka setelah mereka kembali kepada kaumnya: ("Sesungguhnya kami telah mendengarkan Alquran yang menakjubkan) artinya mereka takjub akan kefasihan bahasanya dan kepadatan makna-makna yang dikandungnya, serta hal-hal lainnya.
««•»»
Say, O Muhammad (s), to people: ‘It has been revealed to me, that is to say, I have been informed by way of revelation from God, exalted be He, that (annahu: the [suffixed] pronoun is that of the matter) a company of the jinn, the jinn of Nasībīn. This was at the time of the morning prayer at Batn Nakhla, a location between Mecca and Tā’if — these [jinn] being those mentioned in God’s saying, And when We sent a company of jinn your way…’ [Q. 46:29] — listened, to my recitation, then said, to their people upon returning to them: “We have indeed heard a marvellous Qur’ān, whose clarity, the richness of its meanings and other aspects one marvels at,
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
klik ASBABUN NUZUL klik
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
Imam Ibnu Munzir, Imam Ibnu Abu Hatim dan Abu Syekh di dalam kitabnya Al-'Azhamah mengetengahkan sebuah hadis melalui Kardam bin Saib Al-Anshari. Kardam bin Saib menceritakan,:
"Aku berangkat bersama dengan ayahku menuju ke Madinah untuk suatu keperluan. Hal ini terjadi sewaktu kami baru mendengar adanya Rasulullah saw. di kota Madinah. Di tengah jalan kami kemalaman, lalu kami terpaksa menginap di kemah seorang penggembala kambing. Ketika malam hari sampai pada pertengahannya, datanglah seekor serigala, lalu ia mencuri seekor kambing. Hal itu diketahui oleh si penggembala, lalu penggembala melompat seraya mengucapkan, "Hai penunggu lembah ini! Tolonglah tetanggamu ini."
Kemudian tiba-tiba terdengarlah ada suara yang tidak tampak orangnya, seraya mengatakan, "Hai Sarhan (penggembala)!" Tiba-tiba kambing yang dicuri serigala tadi dikembalikan kepadanya dalam keadaan terikat, lalu kambing bandot itu dikumpulkan bersama dengan kambing-kambing lainnya. Allah menurunkan ayat ini kepada Rasul-Nya di Mekah, yaitu firman-Nya, "Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin..."
(QS. Al Jinn [72]:6)
Ibnu Saad mengetengahkan sebuah hadis melalui Abu Raja' dari kalangan Bani Tamim yang menceritakan,
"Bahwa sesungguhnya aku menjadi penggembala kambing-kambing milik keluargaku dan aku menanggung beban pekerjaan mereka semuanya. Ketika Nabi saw. telah diutus, kami keluar dari kalangan keluarga kami melarikan diri. Sewaktu kami sampai di suatu padang, sebagaimana biasanya yang dilakukan oleh pemimpin-pemimpin kami, yaitu apabila kami kemalaman, maka pemimpin (syekh) kami mengatakan, "Sesungguhnya kami berlindung kepada penunggu lembah ini dari gangguan jin pada malam ini." Maka kami pun mengatakan hal yang serupa.
Lalu ada suara yang ditujukan kepada kami seraya mengatakan, "Sesungguhnya jalan keluar bagi laki-laki ini ialah mengucapkan kesaksian, yaitu bahwa tiada Tuhan selain Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah Rasulullah. Kesaksian itu siapa pun yang mengucapkannya, niscaya darah dan harta bendanya selamat." Lalu kami kembali, dan langsung masuk Islam. Abu Raja' mengatakan, sesungguhnya aku berpendapat bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan peristiwa yang dialami oleh aku dan teman-temanku, yaitu firman-Nya, "Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambahkan bagi mereka dosa dan kesalahan..."(QS. Al Jinn [72]:6), dan seterusnya.
Kharaithi di dalam kitabnya yang berjudul Hawatiful Jan (bisikan-bisikan jin) mengetengahkan sebuah hadis yang teksnya berbunyi sebagai berikut,
"Telah bercerita kepada kami Abdullah bin Muhammad Al-Balawi, menceritakan kepada kami Ammarah bin Zaid; telah bercerita kepadaku Abdullah bin Ala'; telah bercerita kepada kami Muhammad bin Akbar. Semuanya menceritakan hadis ini melalui Sa'id bin Jubair, bahwasanya ada seorang lelaki dari kalangan Bani Tamim yang dikenal dengan nama Rafi' bin Umair, ia menceritakan tentang keadaannya sewaktu baru masuk Islam. Untuk itu ia menceritakan, sesungguhnya pada suatu hari aku sedang mengadakan perjalanan, dan sewaktu sampai di Ramal Alij telah malam, perasaan kantuk yang sangat menguasai diriku lalu segera aku turun dari unta kendaraanku, kemudian untaku itu kutambatkan dengan kuat.
Aku tidur, dan sebelum tidur terlebih dahulu aku meminta perlindungan; untuk itu aku mengatakan, 'Aku berlindung kepada penunggu lembah ini dari gangguan jin.' Di dalam tidurku aku bermimpi melihat seorang laki-laki yang membawa sebilah tombak kecil di tangannya, ia bermaksud untuk menusukkannya ke leher untaku. Aku terbangun karena terkejut, dan aku melihat ke kanan dan ke kiri, tetapi ternyata aku tidak melihat sesuatu pun yang mencurigakan. Aku berkata kepada diriku sendiri, ini adalah mimpi buruk. Kemudian aku kembali meneruskan tidurku, dan ternyata aku kembali melihat laki-laki itu berbuat hal yang sama, maka aku terbangun karena terkejut.
Aku lihat untaku gelisah dan sewaktu aku menengoknya ternyata ada seorang laki-laki muda seperti yang aku lihat di dalam mimpiku seraya membawa tombak kecil di tangannya, dan aku lihat pula ada seorang syekh (orang tua) yang sedang memegang tangan laki-laki itu seraya melarangnya supaya untaku itu jangan dibunuh. Ketika keduanya sedang saling bertengkar, tiba-tiba muncullah tiga ekor sapi jantan liar.
Lalu orang (jin) yang tua itu berkata kepada jin yang muda, 'Sekarang pergilah kamu, dan ambillah mana saja yang kamu sukai dari banteng-banteng liar itu, sebagai tebusan dan pengganti dari unta milik manusia yang aku lindungi ini.' Lalu jin muda itu mengambil seekor sapi jantan (banteng) liar dan langsung pergi dari situ, selanjutnya aku menoleh kepada jin tua itu, dan ia berkata kepadaku, 'Hai kamu! Apabila kamu beristirahat pada salah satu lembah, kamu merasa takut akan keseramannya, maka katakanlah, 'Aku berlindung kepada Rabb Muhammad dari keseraman lembah ini.' Jangan kamu meminta perlindungan kepada jin siapa pun, karena sesungguhnya hal itu adalah perkara yang batil.
Aku bertanya, 'Siapakah Muhammad itu?' Ia menjawab, 'Dia adalah nabi berkebangsaan Arab; dia bukan dari timur dan bukan pula dari barat, dan dia diutus pada hari Senin.' Aku bertanya lagi, 'Maka di manakah tempat tinggalnya?' Ia menjawab, 'Di kota Yatsrib yang banyak pohon kurmanya.'
Maka segera aku menaiki kendaraan untaku ketika waktu subuh telah lewat (matahari terbit) dan aku pacu untaku hingga masuk ke dalam kota Madinah. Sesampainya aku di Madinah Rasulullah saw. melihatku dan beliau langsung menceritakan tentang perihal diriku dan apa yang telah terjadi denganku sebelum aku menceritakan sepatah kata pun tentangnya.
Dia mengajak aku untuk masuk Islam, maka aku pun masuk Islam." Said bin Jubair mengatakan, "Kami telah memastikan, bahwa berkenaan dengan dialah Allah menurunkan firman berikut ini, 'Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.'"
(QS. Al Jinn [72]:6)
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 2]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
1of28
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=72&tAyahNo=1&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#72:1
•[AYAT 2]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
1of28
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=72&tAyahNo=1&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#72:1

Tidak ada komentar:
Posting Komentar