««•»»Surah Al Jinn 3
وَأَنَّهُ تَعَالَى جَدُّ رَبِّنَا مَا اتَّخَذَ صَاحِبَةً وَلَا وَلَدًا
««•»»
wa-annahu ta'aalaa jaddu rabbinaa maa ittakhadza shaahibatan walaa waladaan
««•»»
Dan bahwasanya Maha Tinggi kebesaran Tuhan kami, Dia tidak beristeri dan tidak (pula) beranak.
««•»»
Exalted be the majesty of our Lord, He has taken neither any spouse nor son.
««•»»
Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa sebagaimana mereka menghindarkan diri dari mempersekutukan Allah mereka menyucikan-Nya pula dari mempunyai istri atau anak Mempunyai teman wanita karena ada keperluan, karena dia dapat dijadikan istri,
sebagaimana Allah menyatakan dalam ayat lain:
ومن آياته أن خلق لكم من أنفسكم أزواجا لتسكنوا إليها
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya.
(QS. Al Ahqaf [46]:29)
Sedangkan dengan adanya anak manusia menjadi banyak dan terhibur, seterusnya untuk dapat membantunya di kala hari tua dan mengabadikan namanya untuk hari tua dan untuk menyebut-nyebut dan mengingat jasa orang tua maka Allah SWT Maha Suci dari ketentuan-ketentuan tersebut.
Maksudnya; maha tinggi kekuasaan dan kerajaan Tuhan kita yang tidak mungkin menjadi lemah sebagaimana lemahnya makhluk-Nya yang dapat diperkosa oleh hawa nafsu untuk mencari teman wanita dan menggaulinya dan memperoleh anak.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
(Dan bahwasanya) dhamir yang terdapat pada ayat ini adalah dhamir sya'n, demikian pula pada dua tempat lain sesudahnya (Maha Tinggi Kebesaran Rabb kami) Maha Suci kebesaran dan keagungan-Nya dari apa-apa yang dinisbatkan kepada-Nya (Dia tidak beristri) tidak mempunyai istri (dan tidak pula beranak.)
««•»»
And [we believe] that (annahu: the pronoun in this and in the next two instances is that of the matter) — exalted be the majesty of our Lord, transcendent is His majesty and magnificence above what is ascribed to Him — He has taken neither spouse nor son.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 2]•[AYAT 4]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
2of28
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=72&tAyahNo=3&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#72:2
And [we believe] that (annahu: the pronoun in this and in the next two instances is that of the matter) — exalted be the majesty of our Lord, transcendent is His majesty and magnificence above what is ascribed to Him — He has taken neither spouse nor son.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 2]•[AYAT 4]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
2of28
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=72&tAyahNo=3&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#72:2

Tidak ada komentar:
Posting Komentar