Selasa, 25 Agustus 2015

[072] Al Jinn Ayat 010

««•»»
[072] Al Jinn Ayat 010
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 9][AYAT 11]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
10of28
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=72&tAyahNo=10&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#72:10

[072] Al Jinn Ayat 009

««•»»
Surah Al Jin 9

وَأَنَّا كُنَّا نَقْعُدُ مِنْهَا مَقَاعِدَ لِلسَّمْعِ فَمَنْ يَسْتَمِعِ الْآنَ يَجِدْ لَهُ شِهَابًا رَصَدًا
««•»»
wa-annaa kunnaa naq'udu minhaa maqaa'ida lilssam'i faman yastami'i al-aana yajid lahu syihaaban rashadaan
««•»»
Dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya). Tetapi sekarang {1525} barangsiapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya).
{1525} Yang dimaksud dengan sekarang, ialah waktu sesudah Nabi Muhammad s.a.w. diutus menjadi rasul.
««•»»
We used to sit in its positions to eavesdrop, but anyone listening now finds a flame waiting for him.
««•»»

Dalam ayat ini Allah SWT menambah lagi keterangan jin, bahwa mereka menduduki tempat-tempat tersebut tanpa ada penjaga dan panah-panah api, lalu mereka diusir dari sana sehingga tidak dapat mencuri atau mendengar sedikitpun dari Alquran yang akan mereka sampaikan kepada ahli-ahli nujum dan tukang-tukang tenung yang akan mencampur adukkan yang benar dengan yang batil. Yang demikian itu adalah disebabkan kasih sayang Allah kepada hamba-Nya dan sebagai penjagaan terhadap kitab-Nya Alquran. Maka barangsiapa ingin mencuri berita-berita tersebut sejak itu dia akan diburu dengan panah-panah api yang akan menusuk mereka dan akan membinasakannya.

Kita harus beriman kepada apa yang diberitakan oleh Alquran mengenai jin yang mencuri berita-berita yang dapat didengarkan, kemudian mereka dilarang sesudah pengutusan Nabi Muhammad SAW tetapi kita tidak tahu bagaimana cara mereka mencuri, cara bagaimana penjagaan, berapa banyak para penjaga dan apa yang dimaksud dengan panah-panah api yang mengintip mereka, sedang jin itu berasal dari api, maka cara bagaimana mereka dapat ditembusi oleh panah-panah api itu.

Ada di antara para sarjana yang berpendapat bahwa yang dimaksud dengan "tempat-tempat untuk mencuri berita" adalah tempat-tempat yang dipergunakan oleh jin di dalam dada manusia untuk menggoda mereka dan menghalangi mereka mengikuti jalan yang benar dan yang dimaksud dengan "penjaga" adalah dalil-dalil akli yang dijadikan Allah untuk petunjuk hamba-hamba-Nya, dan yang dimaksud dengan "panah-panah api" adalah bukti-bukti alamiah yang tersebar dalam tubuh masing-masing dan di seluruh penjuru alam.

Dengan demikian maka maksud ayat tersebut adalah sebagai berikut: "Sesungguhnya Alquran yang mengandung bukti-bukti akliah dan alamiah adalah penjaga agama dari kemasukan syubhat-syubhat yang dilontarkan oleh setan, sebagai alat untuk menggoda dan membimbangkan orang-orang yang dapat digodanya; dan mempengaruhi jiwa-jiwa orang yang sesat agar mereka tidak menghiraukan agama dan menolak petunjuk-petunjuknya. Maka barangsiapa ingin mempengaruhi jiwa-jiwa orang yang beriman dengan keragu-raguan dan pikiran yang bukan-bukan maka ia akan mendapatkan bukti-bukti tersebut yang dapat memusnahkan keragu-raguan itu dari akar-akarnya".

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan sesungguhnya kami dahulu) sebelum Nabi saw. diutus (dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan) berita-beritanya dan untuk mencurinya. (Tetapi sekarang barang siapa yang mencoba mendengar-dengarkan, seperti itu, tentu akan menjumpai panah api yang mengintai) panah-panah api yang terdiri dari meteor-meteor itu telah mengintainya dalam keadaan siap untuk memburunya.
««•»»
And we used to, that is to say, before his Mission, sit in [certain] places therein to listen in; but anyone listening now will find a meteor lying in wait for him, aimed at him, ready to strike him.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 8][AYAT 10]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
9of28
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=72&tAyahNo=9&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#72:9

Jumat, 10 Juli 2015

[072] Al Jinn Ayat 008

««•»»
Surah Al Jin 8

وَأَنَّا لَمَسْنَا السَّمَاءَ فَوَجَدْنَاهَا مُلِئَتْ حَرَسًا شَدِيدًا وَشُهُبًا
««•»»
wa-annaa lamasnaa alssamaa-a fawajadnaahaa muli-at harasan syadiidan wasyuhubaan
««•»»
Dan sesungguhnya kami telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api,
««•»»
Indeed We made for the heaven and found it full of mighty sentries and flames.[1]
[1] Or ‘meteors.’
««•»»

Pada ayat ini Allah SWT menambah lagi pernyataan jin ketika Allah mengutus Rasul-Nya, menurunkan Alquran kepada beliau dan menjaga beliau dari jin-jin itu. Langit ketika itu dijaga dengan ketat serta disediakan panah-panah api di seluruh penjuru langit untuk mencegah jin-jin mendekati langit-langit itu dan dari mencuri berita-berita yang dapat didengar, sebagaimana yang sering dilakukan oleh jin-jin itu.

Telah diriwayatkan dari Ibnu `Abbas, ia berkata:
عن ابن عباس قال: كان الجن يصعدون إلى السماء يستمعون الوحي فإذا سمعوا الكلمة زاده تسعا. فأما الكلمة فتكون حقا. وأما ما زادوه فيكون باطلا. فلما بعث رسول الله صلى الله عليه وسلم منعوا مقاعدهم. فذكروا ذلك لإبليس ولم تكن النجوم يرمى بها قبل ذلك فقال لهم إبليس ما هذا إلا من أمر قد حدث في الأرض, فبعث جنوده فوجدوا رسول الله صلى الله عليه وسلم قائما يصلي بين جبلين أراه قال بمكة فلقوه فأخبروه فقال هذا الحدث الذي حدث في الأرض
Dari Ibnu Abbas R.A ia berkata: Dahulu jin-jin itu dapat naik ke langit untuk mendengar wahyu. Ketika mereka mendengar suatu kala lalu mereka tambah dengan sembilan kata lainnya Ucapan (yang mereka dengar) adalah benar tetapi tambahan-tambahan mereka semuanya bohong. Ketika Nabi SAW diutus menjadi Rasul, dilaranglah mereka menduduki tempat-tempat tersebut. Lalu mereka sampaikan larangan tersebut kepada Iblis; sedangkan ketika itu bintang-bintang belum dipakai untuk memanah jin-jin itu. Lalu Iblis berkata, kepada mereka; larangan itu disebabkan suatu kejadian di muka bumi, lalu Iblis mengirim tentara-tentaranya (untuk menyelidiki kejadian tersebut). Mereka menemui Nabi SAW yang sedang mengerjakan salat antara dua gunung di Mekah, lalu mereka menemui Iblis dan menyampaikan penemuan mereka itu kepadanya, lalu Iblis berkata, "inilah kejadian yang terjadi di permukaan bumi.
(H.R. Turmuzi)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

Jin mengatakan: ("Dan sesungguhnya kami telah mencoba menyentuh langit) maksudnya kami telah bermaksud untuk mencuri pendengaran di langit (maka kami menjumpainya penuh dengan penjaga) para malaikat (yang kuat dan panah-panah api) yakni bintang-bintang yang membakar; hal ini terjadi setelah Nabi saw. diutus menjadi rasul.
««•»»
The jinn say: And we made for the heaven, we desired to listen by stealth, but we found it filled with mighty guards, from among the angels, and meteors, scorching stars: this was at the time of the sending of the Prophet (s).
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 7][AYAT 9]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
8of28
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=72&tAyahNo=8&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#72:8

[072] Al Jinn Ayat 007

««•»»
Surah Al Jinn 7

وَأَنَّهُمْ ظَنُّوا كَمَا ظَنَنْتُمْ أَنْ لَنْ يَبْعَثَ اللَّهُ أَحَدًا
««•»»
wa-annahum zhannuu kamaa zhanantum an lan yab'atsa allaahu ahadaan
««•»»
Dan sesungguhnya mereka (jin) menyangka sebagaimana persangkaan kamu (orang-orang kafir Mekah), bahwa Allah sekali-kali tidak akan membangkitkan seorang (rasul)pun,
««•»»
They1 thought, just as you think, that Allah will not raise anyone from the dead.
««•»»

Dalam ayat ini Allah menambah lagi keterangan mengenai jin, bahwa mereka mengira sebagaimana perkiraan manusia, bahwa Allah tidak akan mengutus seorang Rasulpun kepada makhluk-Nya yang akan mengajak mereka kepada tauhid dan iman kepada Rasul dan hari kiamat.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan sesungguhnya mereka) yakni jin-jin itu (menyangka sebagaimana sangkaan kalian) hai manusia (bahwa) bentuk takhfif dari anna, asalnya annahu (Allah sekali-kali tidak akan membangkitkan seorang pun.") sesudah matinya.
««•»»
And they, namely, the jinn, thought just as you, O humans, thought, that (an: softened in place of the hardened form, that is to say, annahu) God would never raise anyone, after his death.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 6][AYAT 8]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
7of28
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=72&tAyahNo=7&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#72:7

[072] Al Jinn Ayat 006

««•»»
Surah Al Jinn 6

وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِنَ الْإِنْسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا
««•»»
wa-annahu kaana rijaalun mina al-insi ya'uudzuuna birijaalin mina aljinni fazaaduuhum rahaqaan
««•»»
Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan {1524} kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.
{1524} Ada di antara orang-orang Arab bila mereka melintasi tempat yang sunyi, Maka mereka minta perlindungan kepada jin yang mereka anggap Kuasa di tempat itu.
««•»»
Indeed some persons from the humans would seek the protection of some persons from the jinn, thus only adding to their rebellion.
««•»»

Dalam ayat ini Allah menyatakan pengakuan jin bahwa banyak manusia berlindung dari kemiskinan kepada laki-laki jin sehingga menyebabkan jin-jin itu bertambah ganas dan durhaka serta dapat dengan mudah menyeret orang-orang yang berlindung kepada mereka untuk berbuat kejahatan.

Maksudnya, ketika orang-orang itu berlindung kepada jin karena takut kepadanya dan tidak berlindung kepada Allah, jin menghinakan mereka; dengan segala keberanian dan meningkatkan penganiayaan terhadap mereka.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan) memohon perlindungan (kepada beberapa laki-laki di antara jin) di dalam perjalanan mereka sewaktu mereka beristirahat di tempat yang menyeramkan, lalu masing-masing orang mengatakan, aku berlindung kepada penunggu tempat ini dari gangguan penunggu lainnya yang jahat (maka jin-jin itu menambah bagi mereka) dengan permintaan perlindungannya kepada jin-jin itu (dosa dan kesalahan) karena mereka mengatakan, bahwa kami telah dilindungi oleh jin anu dan orang anu.
««•»»
And that certain individuals of mankind used to seek the protection of certain individuals of the jinn, when they stopped over in dangerous places during their journeys — whereat every man would say, ‘I seek the protection of the lord of this place against the evil of the insolent ones in it’ — so that they increased them, by their seeking their protection, in oppressiveness, such that they would say, ‘We are now lords of jinn and humans!’.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
klik ASBABUN NUZUL klik
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

Khara'ithi mengetengahkan pula hadis lainnya melalui Muqatil, sehubungan dengan ayat ini, yaitu firman-Nya, "Dan bahwasanya, jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang banyak."
(QS. Al Jinn [72]:16)

Muqatil menceritakan, bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan orang-orang kafir Quraisy, yaitu sewaktu mereka tidak mendapatkan hujan selama tujuh tahun.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 5][AYAT 7]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
6of28
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=72&tAyahNo=6&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#72:6

[072] Al Jinn Ayat 005

««•»»
Surah Al Jinn 5

وَأَنَّا ظَنَنَّا أَنْ لَنْ تَقُولَ الْإِنْسُ وَالْجِنُّ عَلَى اللَّهِ كَذِبًا
««•»»
wa-annaa zhanannaa an lan taquula al-insu waaljinnu 'alaa allaahi kadzibaan
««•»»
Dan sesungguhnya kami mengira, bahwa manusia dan jin sekali-kali tidak akan mengatakan perkataan yang dusta terhadap Allah.
««•»»
Indeed we thought that humans and jinn would never utter any falsehood concerning Allah.
««•»»

Dalam ayat ini Allah menyatakan perkiraan jin: bahwa mereka tidak akan ada yang berani berdusta terhadap Allah baik dari golongan jin maupun manusia sehingga ia berani mengatakan Allah beranak dan mempunyai teman wanita, lalu mereka percaya kepada ucapannya. Tetapi ketika mereka mendengar Alquran mereka sadar dan yakin bahwa ucapan itu dusta belaka. ini adalah suatu pengakuan dari mereka bahwa mereka terjerumus jatuh dalam kebodohan disebabkan taklid buta kepada nenek moyang mereka. Mereka baru sadar dan keluar dari kebodohan ketika mereka mendengar bukti-bukti Alquran.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan sesungguhnya kami mengira, bahwa) huruf an di sini adalah bentuk takhfif dari anna, yakni annahu (manusia dan jin sekali-kali tidak akan mengatakan perkataan yang dusta terhadap Allah) yakni menyifati-Nya dengan hal-hal tersebut hingga kami dapat buktikan kedustaan mereka dalam hal itu. Allah berfirman:
««•»»
And we thought that (an: softened, that is to say, annahu) humans and jinn would never utter a lie against God, by attributing such things to Him, until we discovered their mendacity thereby. God, exalted be He, says:
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 4][AYAT 6]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
5of28
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=72&tAyahNo=5&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#72:5

[072] Al Jinn Ayat 004

««•»»
Surah Al Jinn 4

وَأَنَّهُ كَانَ يَقُولُ سَفِيهُنَا عَلَى اللَّهِ شَطَطًا
««•»»
wa-annahu kaana yaquulu safiihunaa 'alaa allaahi syathathaan
««•»»
Dan bahwasanya: orang yang kurang akal daripada kami selalu mengatakan (perkataan) yang melampaui batas terhadap Allah {1523},
{1523} Dimaksud dengan Perkataan yang melampaui batas, ialah mengatakan bahwa Allah mempunyai isteri dan anak.
««•»»
Indeed the foolish ones among us used to utter atrocious lies concerning Allah.
««•»»

Dalam ayat ini Allah SWT mengungkapkan bahwa jin-jin yang jahil mengucapkan perkataan-perkataan yang jauh dari kebenaran, yaitu dengan mengatakan bahwa Allah itu mempunyai anak dan teman wanita.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan bahwasanya orang yang kurang akal daripada kami selalu mengatakan) maksudnya orang yang bodoh di antara kami (perkataan yang melampaui batas terhadap Allah) dusta yang berlebihan, yaitu dengan menyifati Allah punya istri dan anak.
««•»»
And that the fool among us, the ignorant one among us, used to utter atrocious lies against God, extreme calumny by attributing to Him a spouse and a son.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 3][AYAT 5]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
4of28
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=72&tAyahNo=4&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#72:4